Tampilkan postingan dengan label Air Force. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Force. Tampilkan semua postingan

Jumat, November 28, 2008

Joint Strike Fighter (JSF)



Joint Strike Fighter (JSF) adalah pesawat tempur multi-fungsi yang dikembangkan untuk fungsi penyerangan udara-ke-daratan, didesain untuk memenuhi kebutuhan AU, AL, Korp Marinir dan aliansi (NATO), dengan peningkatan survivabilitas, kemampuan pengejaran presisi, mobilitas yang perlu untuk operasi bersama (joint operations) di masa datang dan pengurangan biaya “life cycle” yang dihubungkan dengan lingkungan fiskal di masa datang. JSF akan menguntungkan dari kebanyakan teknologi yang sama yang dikembangkan untuk F-22 dan akan berperan besar pada commonality (penggunaan komponen yang sama) dan modularitas untuk memaksimalkan affordabilitas.
Bottom-Up Review (BUR) tahun 1993 memutuskan bahwa sebuah ”program modernisasi teknologi penerbangan taktis terpisah” pada setiap Layanan adalah tidak dapat dilakukan dan membatalkan program Multi-Role Fighter (MRF=Pesawat Tempur Multi-Fungsi) dan Advanced Strike Aircraft (A/F-X). Memahami kebutuhan akan kemampuan dari program-program yang dibatalkan ini yang harus dipenuhi, BUR mengusulkan usaha Joint Advanced Strike Technology (JAST) untuk membuat “blok bangunan” (kisi-kisi) pada pengembangan yang dapat dilakukan dari sistem senjata penyerangan generasi selanjutnya. Setelah pengkajian program pada Agustus 1995, DoD membuang “T” dari JAST dan progam JSF muncul dari usaha JAST. Tahun fiscal 1995 legislasi mengeluarkan program Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Advanced Short Take-off and Vertical Landing (ASTOVL) dengan program JSF. Aksi ini menarik AL Royal United Kingdom (UK) ke dalam program, memperluas sebuah permulaan kolaborasi di bawah program DARPA ASTOVL

Program JSF akan mendemonstrasikan dua konsep sistem senjata yang “bersaing” untuk tiga jenis fungsi pesawat untuk memenuhi kebutuhan di bawah ini:
USAF-pesawat multi peran (terutama udara-ke-darat) untuk menggantikan F-16 dan A-10, dan untuk mendampingi F-22. Varian JSF AU mengajukan tantangan engineering yang terkecil. Pesawat tidak mempunyai criteria “hover” untuk menyenangkan, dan kualitas karakteristik dan handling yang ada pada pesawat tidak memenuhi criteria. Sebagai konsumen terbesar untuk JSF, AU tidak akan menerima penggantian pesawat tempur multi peran F-16 jika tidak ada perubahan/peningkatan signifikan.
USN-pesawat tempur stealth multi peran untuk melengkapi F/A-18E/F. Pesawat memepunyai sayap dan luas kontrol ekor yang lebih besar untuk pengontrolan yang lebih baik pada pendekatan kecepatan rendah. Struktur internal dari varian AL diperkuat agar kuat mengatasi beban dalam kaitannya dengan peluncuran ketapel dan pendaratan terikat (“arrested landing”). Pesawat mempunyai kait ekor yang cocok untuk kapal induk. Roda pendaratan tidak mempunyai “stroke” lagi dan mempunyai kapasitas beban yang lebih besar. Pesawat mempunyai kapasitas bahan bakar internal dua kali lebih besar dari pada F-18C. Desain juga dikembangkan untuk kemampuan survival (survivabilitas).
USMC-pesawat tempur multi peran Short Take-Off & Vertical Landing (STOVL) untuk menggantikan AV-8B dan F/A-18A/C/D. Varian mariner ini membedakan diri dari varian lain dengan kemampuan takeoff pendek dan pendaratan vertikal.
UK-Pesawat STOVL (supersonic) untuk menggantikan “Sea Harrier”. JSF milik AL UK akan sama dengan varian Marinir AS.

Konsep JSF akan dibangun dengan tiga varian utama pada line produksi yang sama menggunakan teknologi manufacturing yang fleksibel. Keuntungan biaya produksi didapat dari penggunaan pendekatan manufacturing fleksibel dan subsistem umum untuk menghasilkan skala ekonomis. “Commonalitas” biaya diproyeksikan derange sekitar 70-90 persen; commonalitas suku cadang (penggunaan suku cadang yang serupa untuk beberapa produk berbeda) akan lebih rendah, tetapi commonalitas diutamakan pada suku cadang mahal.



Konsep Lockheed Martin X-35 untuk varian pesawat marinir AS dan AL UK menggunakan sistem “shaft-driven lift-fan” untuk menghasilkan kemampuan STOVL. Pesawat akan dilengkapi dengan sebuah shaft-driven lift-fan milik Rolls-Royce/Allison, roll ducts (saluran/pembuluh gulung), dan tiga mulut pipa mesin utama (a three-bearing swivel main engine nozzle), semua dipasang untuk memodifikasi mesin F119 Pratt & Whitney yang menjadi mesin tiga varian.



Varian STOVL JSF Boeing X-32 untuk marinir AS dan AL UK menggunakan sebuah sistem pengangkatan langsung untuk takeoff jarak pendek dan pendaratan vertikal dengan performa up-and-away tidak terkompromi.

Tujuan desain kunci dari sistem JSF adalah sebagai berikut:
Survivabilitas: Reduksi jejak inframerah/frekuensi radio dan “countermeasures” on-board untuk survive (selamat) di medan perang masa datang—“mengungkit” (leveraging off) support misi superioritas udara F-22
Latelitas: integrasi sensor on- dan off-board untuk meningkatkan senjata yang presisi di saat ini dan masa datang.
Supportabilitas: mengurangi “footprint” logistic dan meningkatkan tingkat generasi serangan tiba-tiba (sortie generation rate) untuk menghasilkan kekuatan tempur lebih besar dalam waktu singkat.
Affordabilitas: focus pada pengurangan biaya produksi, procuring dan pembelian JSF untuk menghasilkan struktur kekuatan yang cukup.

Avionik dan “stealth” terintegrasi milik JSF dimaksudkan agar pesawat ini dapat menembus pertahanan misil darat-ke-udara untuk menghancurkan target. JSF dirancang untuk melengkapi struktur kekuatan (angkatan) termasuk pesawat stealth dan nonstealth, bomber dan asset pengintai.

Lockheed Martin F-22 Raptor Air Superiority Fighter




Manuver Ability



F-22 telah memenangi kontes “Air Force's Advanced Tactical Fighter” melawan Northrop YF-23 pada April 1991. Misi primer pesawat ini masih tetap untuk superioritas udara, untuk ini, pesawat dapat mengangkut sampai 8 misil udara-ke-udara di dalamnya, misi sekunder sebagai fungsi groung-attack juga sudah dikembangkan. Kemampuan ini telah ditandai ketika Raptor dirubah namanya menjadi F/A-22 pada akhir 2002, walapun didesain lagi sebagai F-22 sejak Desember 2005. F-22 utamanya didesain untuk menambah dan mengganti F-15 dengan menambahkan fitur “stealth” dan teknologi propulsi terbaru. Pengembangan ini termasuk desain angular, penggunaan material komposit absorbent radar, dan kemampuan “supercruise” pada kecepatan supersonik tanpa menggunakan sebuah “pembakaran susulan”. F-22 juga meningkatkan agilitasnya dengan penggunaan “thrust vectoring nozzles” dan sistem kontrol “fly-by-wire” yang canggih.
Sistem canggih lain yang terdapat dalam Raptor termasuk sebuah deretan avionic terintegrasi yang dibangun disekitar komputer penerbangan yang canggih dengan kemampuan memori 3 kali lipat dan kecepatan 16 kali lipat dari pada yang dipakai pada F-15. F-22 juga menggunakan sistem “nav/attack” yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menyaring informasi ke pilot untuk mengurangi beban kerjanya sehingga meningkatkan kewaspadaan situasi.
Dua purwarupa dari YF-22 dan YF-23 yang dibuat, satu contoh dari setiap pesawat dilengkapi dengan mesin turbofans Pratt and Whitney F119 dan yang lainnya dengan mesin turbofans General Electric. Kombinasi variasi ini membuat AU dapat emmilih kombinasi terbaik untuk mesinnya. Prototype YF-22 kedua yang dilengkapi dengan mesin Pratt and Whitney melakukan demonstrasi kemampuannya untuk terbang dengan kecepatan 1,58 Macg tanpa “pembakaran susulan” dan 1,7 mach dengan “pembakaran susulan”. Kombinasi ini dianggap sebagai yang paling cocok oleh Lockheed dan Pratt & Whitney, sehingga perintah untuk produksi dikeluarkan. Produksi F-22 Raptor dilakukan dengan beberapa modifikasi yang jika dibandingkan dengan prototype YF-22 maka F-22 Raptor mempunyai lebar sayap yang lebih besar, “wing sweep” yang berkurang, badan pesawat yang lebih pendek, dan kokpit yeng letaknya berubah untuk menambah visibilitas pilot.
Walaupun pesawat ini sangat canggih, akan tetapi harganya luarbiasa mahal, sekitar 250 juta dolar AS sebuah. Harga turun dengan perkembangan metode produksinya menjadi 133 juta dolar AS pada 2005. Lockheed Martin juga mengindikasikan bahwa harganya bisa turun di bawah 100 juta dolar pada produksi di masa datang. Akan tetapi, pengurangan biaya ini tidaklah cukup karena kongres di AS terus memotong dana untuk program Raptor. AU AS sebenarnya mengharapkan untuk membuat 750 contoh F-22 dan menyatakan bahwa kebutuhannya mencapai 380 pesawat. Hanya saja, pemotongan dana ini memungkinkan F-22 sebanyak 180 pesawat yang produksinya berakhir hingga 2011. AU tetap berusaha untuk menambah dana agar peningkatan produksi dapat ditingkatkan untuk mengganti F-15 yang sudah terlalu tua. Sampai tahun 2006, sebanya 80 pesawat F-22 Raptor sudah selesai dibuat dari 80 yang dipesan. Konggres AS sampai sekarang menolak ekspor pesawat ini ke negara lain yang sebenarnya bisa dipakai sebagai sumber dana tambahan.


Spesifikasi
Penerbangan Pertama: 29 September 1990 (YF-22) dan 7 September 1997 (F-22A).
Peresmian Pemakaian: 15 Desember 2005
Kru: 1 Pilot
Bagian Airfoil: Akar sayap: NACA64A/05.92, Ujung sayap: NACA 64A/04.29

Panjang: 18.92m
Lebar Sayap: 13.56m
Tinggi: 5m
Luas Sayap: 78 m2
Canard: tidak ada

Berat kosong: 15.420kg
Berat Takeoff normal: 27.215kg
Berat Takeoff maksimal: 28.125kg
Kapasitas Bahan Bakar: internal 9.365kg dan eksternal 7.195kg dalam 4 tangki
Payload maksimal: internal 1.775 kg dan eksternal 8.635 kg.

Mesin: 2 Pratt & Whitney F119-100 afterburning turbofans
Daya Dorong: 310kN

Kecepatan maksimal: pada altitude: 2,180 km/jam pada ketinggian 9,150 m, 2 Mach [afterburner], 1,725 km/jam pada ketinggian 9,150 m, 1.6 Mach [supercruise]; pada level laut: 1.480 km/jam, 1.2 Mach
Tinggi maksimal: 15.240m
Jarak tempuh: 3.700km
g-Limits: +9.0/-3.0

Meriam: 1 meriam M61A2 Vulcan 20 mm (480 rds)
Stations: 4 internal weapons bays and 4 external hardpoints
Misil udara-ke-udara: AIM-9M Sidewinder, AIM-120A/C AMRAAM, direncanakan AIM-9X Sidewinder
Bom: GBU-32 JDAM, direncanakan GBU-39 Small Diameter Bomb







Dari Berbagai Sumber.

S-37 Berkut




Real Life Manuver ability



S-37 Berkut [Golden Eagle] (Sukhoi) adalah sebuah tes awal (testbed) untuk pengembangan teknologi untuk pesawat generasi mendatang. Dimensi dan berat dasar dari S-37 “Berkut” adalah sama dengan Su-37, walaupun mereka adalah pesawat yang berbeda, sedangkan untuk ekor, hidung dan canopy (langit-langit) sama dengan Su-35. Dua opurwarupa (prototype) pertama sangat jelas mengikuti S-32, dan desain S-37 sebelumnya pernah diaplikasikan ke projek pesawat tempur yang tidak berhubungan untuk pesawat tunggal sayap delta yang lebih kecil yang dibatalkan karena kekurangan dana.
S-37 mempunyai sayap tertekuk ke depan, yang menjanjikan keunggulan di bidang aerodinamis pada kecepatan subsonic dan pada sudut tinggi (high angles of) serangan. Sayap yang tertekuk ke depan ini memungkinkan bertambahnya jarak dan manuverabilitas pada altitude yang tinggi. Pesawat ini mempunyai canard besar yang terpasang di samping saluran udara, dekat dengan ujung depan sayap. Penstabil vertikal dipasang di sebelah luar (sedikit di luar, bukan di dalam seperti dugaan sebelumnya), dan dua buah pintu saluran udara tambahan besar yang terlihat di bagian tengah badan pesawat. Sampa saat ini, belum jelas jenis mesin apa yang dipakai dalam pesawat ini. Dugaan saat ini ada dua mesin yang mungkin dipakai, pertama adalah turbojet D-30F6 yang pada umumnya dipakai pada MiG-31M, sedang yang ke dua (yang digunakan pada prototype kedua) adalah turbojet Ljulka AL-37FU dengan “thrust vectoring”. S-m7 adalah sebuah program eksperimental untuk mengembangkan teknologi pesawat generasi kelima, dan semua keputusan pada produksi serial untuk pesawat ini berada di tangan Menteri Pertahanan di masa yang akan datang.

Spesifikasi

Negara: Rusia
Pembuat: Sukhoi
Lebar Sayap: 15,16m – 16,7m
Panjang keseluruhan: 22,2 m – 6,4 m
Tinggi keseluruhan: 6,36m – 6,4m
Berat Kosong: 24.000kg-26.000kg
BErat Max: 34.000kg
Kecepatan max: 2.500 km/jam (1.350 knots)
Kecepatan Max saat “S/L”: 1.400 km/jam
Tinggi Max. yang dapat dijangkau: 18.000m
Jarak tempuh max: 1.782 nm (3.300 km)
Jumlah persenjataan/misil: 14; 2 di ujung sayap, 6-8 di bawah sayap, 6-4di bawah badan pesawat.
Misil udara-ke-udara: R-77, R-77PD, R-73, K-74
Misil udara-ke-permukaan: X-29T, X-29L, X-59M, X-31P, X-31A, KAB-500, KAB-150
Kru: satu






MiG-35 / 1.42 Multirole Front-Line Fighter [MFI]



MiG Multirole Front-Line Fighter [MFI - Mnogofounksionalni Frontovoi Istrebiel ] baru telah dipublikasikan pada 12 Januari 1999. Projeknya telah dikembangkan sejak 1986. Pesawat tempur garis depan multi-fungsi generasi kelima ini dikembangkan oleh MIG (Mikoyan dan Gurevich) aviation scientific dan MAPO. Purwarupa pertama dikirim pada awal 1994 dan pengerjaannya tertunda karena keterbatasan dana. Pesawat tempur dengan berat 35 ton ini mempunyai sebuah saluran udara di bawah badan pesawat dengan dua buah mesin AL41F dengan masing-masing 20 ton mesin dorong, dan dengan kecepatan maksimal lebih dari 2.500km/jam. Planform ekor-kembar ”duck” memungkinkan seluruh pergerakan foreplane tipe ”canard” dengan lebar sayap sekitar 15m dan panjang 20m.
MAPO-MiG mengklaim bahwa pesawat ini mampu mengalahkan F-22 Raptor dan sebagian besar pesawat tempur AS. Walaupun misi utama MFI adalah superioritas-udara, tidak seperti F-22, MFI juga dapat melakukan misi penyerangan, dan di dalamnya kedua konsep dan konfigurasi ini setara dengan EFA2000 Eurofigter multi-fungsi. Seperti F-22 Amerika, MFI mempunyai ”vectoring system” mesin dorong yang memungkinkan dilakukannya pembelokan tajam. Pesawat ini juga mempunyai kemampuan ”sembunyi” yang sama, dengan canard, sayap, dan struktur badan pesawat yang terbuat dari karbon-fiber dan meterial komposit polimer. Kemampuan ”sembunyi” lainnya termasuk radar-absorbing covering, screening of radar-visible structure elements, dan pengurangan jejak panas. Pesawat dapat membawa peluru kendali udara-ke-udara dan udara-ke-darat jarak jauh dan dipersenjatai dengan meriam 30mm.

Spesifikasi
Pembuat: Mig-MAPO
Negara: Rusia
Fungsi: Pesawat Tempur Multi-Fungsi
Kru: 1
Penerbangan Pertama: 1999
Mesin: 2 Lyulka AL-41F vectored-thrust afterburning turbofans, 39,340 lb thrust each
Lebar Sayap: 15m
Panjang: 19m
Tinggi: 6m
Bentang Canard: 5m
Berat : 33,069 lb empty / 44,092 lb max. take off
Kecepatan: Altitude: 2.448km/jam dan supercruise 1.224km/jam
Persenjataan: Tidak diketahui, yang pasti dari jenis AAMs milik Rusia.